India’s Elections Last For 39 Days. Here’s Why.

It’s the world’s biggest election and truly an event like no other.
Ini adalah pemilihan umum terbesar di dunia dan benar-benar sebuat event yang tiada duanya di dunia.

The marathon vote in India: More than 900 million people are eligible to vote.
Maraton pemilihan di India: Lebih dari 900 juta orang berhak untuk memilih.

More than 8,000 candidates are vying for a seat in the lower house
Lebih dari 8.000 kandidat berlomba-lomba untuk mendapatkan kursi di majelis rendah parlemen

and polling lasts for nearly six weeks or 39 days to be exact.
dan proses pemilihan berlangsung hampir enam minggu atau lebih persisnya 39 hari.

So, needless to say an election in the second-most populous country on earth is complicated and elaborate.
Jadi, tidak perlu dikatakan pemilihan umum di negara dengan penduduk terbanyak kedua di dunia sangat pelik dan rumit.

India has four times as many registered voters than the United States.
India memiliki empat kali lipat jumlah pemilih dibandingkan dengan Amerika Serikat.

And it has higher voter turnout than the U.S.
Dan India memiliki tingkat kehadiran pemilih yang lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika.

That’s because the country’s committed to polling every one of their voters.
Itu karena India berkomitmen untuk membuat pemilih hadir dan memilih.

And when I say committed, I mean, they’re required by law to do it.
Dan ketika saya berkata berkomitmen, maksud saya, mereka diwajibkan oleh undang-undang untuk melakukannya.

Election rules say that there has to be a polling station within two kilometers of every dwelling.
Undang-undang pemilihan umum mengatakan bahwa harus ada tempat pemilihan dalam jarak dua kilometer di setiap pemukiman.

That’s true for the more than 20 million people that live in Mumbai.
Itu berlaku untuk lebih dari 20 juta orang yang tinggal di kota Mumbai.

And for the sole human living in Gir Forest National Park in Gujarat,
Dan satu warga yang tinggal di Taman Hutan Nasional Gir di Gujarat,

who gets his own polling booth.
yang mendapatkan bilik pemilihannya sendiri.

So in practice, that’s one million polling stations and 12 million polling officials.
Jadi dalam kenyataannya, ada satu juta tempat pemilihan dan 12 juta petugas pemilihan.

These election workers go to all edges of the country —
Pekerja pemilihan ini pergi ke seluruh pelosok India –

literally: 700 special trains will be deployed this year as well as boats, planes, elephants and teams of camels.
secara harfiah: 700 kereta api istimewa akan digunakan tahun ini begitu pula dengan kapal, pesawat terbang, gajah dan sejumlah unta.

I did say elaborate didn’t I?
Saya tadi bilang rumit kan?

Key to this entire exercise is this contraption.
Kunci dari seluruh kegiatan ini adalah alat ini.

India has been using secure electronic voting machines for two decades.
India sudah menggunakan mesin pemilih elektronik selama dua dekade.

Each machine has three parts.
Tiap mesin memiliki tiga bagian.

First, there’s the control unit that counts and stores the votes.
Pertama, ada unit kontrol yang menghitung dan menyimpan jumlah suara.

And there’s the balloting units,
Dan ada unit pemilihan suara

where voters pick their candidates by pressing a button.
di mana pemilih memilih kandidat mereka dengan menekan sebuah tombol.

The third piece is a secure printer that deposits a hard copy of each ballot into a sealed box.
Bagian ketiga adalah pencetak yang memasukkan salinan cetak dari setiap suara ke kotak yang tertutup.

And it’s just that simple.
Dan sesederhana itu.

The electronic voting process has made it dramatically easier for Indians to cast votes.
Proses pemilihan secara elektronik telah membuat warga India menentukan suara mereka dengan sangat mudah.

But it’s also part of the reason why the process takes so long.
Tapi itu juga bagian dari alasan mengapa prosesnya begitu lama.

There are just 1.6 million control units, but more than 900 million eligible voters.
Hanya ada 1,6 juta unit kontrol, tapi lebih dari 900 juta pemilih.

That’s roughly one unit for every 552 voters.
Itu sekitar satu unit untuk sekitar 552 pemilih.

So, what’s at stake?
Jadi, apa taruhannya?

Voters are choosing who will fill 543 seats in Parliament’s lower house, the Lok Sabha.
Pemilih akan memillih siapa yang akan mengisi 543 kursi di majelis rendah Parlemen, yang dinamakan Lok Sabha.

The golden number is 272 seats.
Angka emasnya adalah 272 kursi.

That’s how much a party or coalition needs to pick the next prime minister.
Itulah angka yang harus dicapai partai atau koalisi untuk memilih perdana menteri yang selanjutnya.

Then in five years, people start this process all over again.
Dan dalam lima tahun, proses ini akan dimulai lagi.